PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

Jasa Survey Topografi Profesional & Terpercaya

PT. Galaxy Teknik Indonesia melayani jasa survey topografi secara lengkap, cepat, dan sesuai standar teknis pemetaan. Kami membantu perusahaan, kontraktor, maupun instansi dalam pengukuran kontur tanah, penentuan elevasi, serta pembuatan peta topografi yang akurat dan siap digunakan untuk perencanaan konstruksi maupun analisis lahan.

TIM PROFESIONAL

Semua tahapan pengurusan SIPA dilakukan secara transparan dan dapat dipantau hingga izin resmi diterbitkan.

PERALATAN MODERN

Tenaga ahli hidrogeologi dan geolistrik bersertifikat dengan pengalaman luas dalam proyek perizinan air tanah di berbagai sektor.

DATA
AKURAT

Seluruh dokumen teknis dan administratif disusun sesuai standar Dinas ESDM, siap untuk proses legalisasi resmi.

PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

Jasa Survey Topografi Profesional & Terpercaya

PT. Galaxy Teknik Indonesia melayani jasa survey topografi secara legal, cepat, dan sesuai standar teknis pemetaan. Kami membantu perusahaan, kontraktor, maupun instansi dalam pengukuran kontur tanah, elevasi, batas lahan, serta pembuatan peta topografi digital yang akurat dan mudah diintegrasikan ke dalam perencanaan proyek.

Didukung oleh tenaga ahli pemetaan berpengalaman serta peralatan survei modern berstandar kalibrasi, kami memastikan hasil pengukuran presisi tinggi, data valid, dan laporan siap digunakan untuk keperluan desain maupun konstruksi.

9

PENGALAMAN +10 TAHUN

PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

Dipercaya Oleh

PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

Buat Janji & Dapatkan Penawaran Khusus
Silakan Hubungi Klik Tombol Dibawah Ini

Layanan Terbaik Kami

GALAXY TEKNIK

Kami selalu mengedepankan kualitas, keamanan, profesionalitas dan keahlian
dalam setiap project yang kami kerjakan
galaxy

Jasa Geolistrik

Geolistrik & Logging biasa digunakan untuk pendugaan penentuan potensi Air Tanah, Pertambangan & Konstruksi Sumur Bor
galaxy1

Perizinan Bor / SIPA

Jika anda sedang mencari konsultan yang bergerak dalam bidang lingkungan dan jasa perizinan kami dapat melayani anda.
15

Bore Hole Camera

Bore Hole Camera dapat memberikan informasi karakteristik batuan dalam tanah, pra & pasca penggalian sumur dengan akurat.
5

Jasa Logging

Logging adalah praktik membuat catatan rinci ( sebuah catatan sumur) dari formasi geologi yang ditembus oleh lubang bor.
20

Pumping Test SNI

Kami melayani jasa pumping test terbaik untuk beragam kebutuhan dan lokasi baik skala kecil, menengah, maupun besar.
9

Service Pompa

Kami melayani penjualan, pemasangna & perbaikan pompa untuk industri profesional dengan harga yang sangat kompetitif.
4

Jetting Compressor

Kami melayani jetting compressor untuk memaintenance sumur Anda sehingga berfungsi normal kembali.
8

Drilling Machinery

Melayani jasa pembuatan mesin bor, mata bor, pembuatan dock drat. Cocok untuk sumur dangkal atau dalam.
pumping test

Well Drilling

Jasa pembuatan sumur dalam, sumur dangkal, sumur imbuhan, sumur pantau, dewatering system, bore pile dll.

Apa Itu Topografi?

Topografi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan karakteristik permukaan bumi, termasuk tinggi rendahnya suatu wilayah, kemiringan lahan, serta berbagai fitur fisik seperti bukit, lembah, gunung, dan sungai. Topografi menggambarkan kondisi tiga dimensi suatu daerah sehingga membantu memahami bagaimana permukaan tanah tersusun secara alami.

Dalam prosesnya, topografi menggunakan berbagai metode pemetaan seperti pengukuran darat, citra satelit, hingga drone untuk menghasilkan data elevasi dan kontur. Data tersebut kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta topografi, peta kontur, atau model digital elevasi (DEM) yang memudahkan pengguna membaca tinggi permukaan tanah dan perbedaan bentuk lahan.

Topografi memiliki peranan penting dalam banyak bidang, mulai dari perencanaan pembangunan, pertanian, hingga mitigasi bencana. Informasi topografi membantu menentukan lokasi yang aman untuk bangunan, merancang sistem irigasi, hingga memahami risiko banjir dan tanah longsor. Karena itu, pemahaman topografi menjadi dasar penting dalam pengelolaan wilayah dan perencanaan ruang yang baik.

Topografi Menurut Wikipedia

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, topografi (atau rupabumi) adalah studi mengenai bentuk dan unsur permukaan tanah. Selain itu, topografi digunakan dalam eksplorasi geologi dan konstruksi sipil — misalnya untuk proyek pekerjaan umum atau reklamasi — karena diperlukan data ketinggian dan kontur tanah secara detail.

Beberapa poin penting dari definisi Wikipedia ID:

  1. Topografi tidak hanya mengamati permukaan Bumi, tetapi juga bisa diterapkan pada planet lain, satelit alami (misalnya Bulan), dan asteroid. 

  2. Dalam pengertian yang lebih luas, topografi mencakup tidak hanya bentukan fisik seperti relief atau elevasi, tetapi juga vegetasi dan pengaruh manusia terhadap lingkungan, termasuk aspek kebudayaan lokal. 

  3. Objek studi topografi meliputi posisi tempat dalam sistem koordinat horizontal (garis lintang dan bujur) dan vertikal (ketinggian), serta jenis lahan.

  4. Alasan studi topografi bisa sangat beragam, antara lain untuk perencanaan militer dan eksplorasi geologi.

Biaya Jasa Survey Topografi

Biaya jasa survey topografi adalah tarif yang dikenakan untuk kegiatan pengukuran kontur, elevasi, batas lahan, serta karakteristik permukaan tanah pada suatu area. Biaya ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

1. Luas Area

Semakin luas lahan yang disurvei, semakin tinggi biayanya karena membutuhkan waktu dan tenaga lebih.

2. Tingkat Kesulitan Medan

Daerah berbukit, hutan lebat, atau akses sulit biasanya dikenakan tarif lebih tinggi.

3. Detail Output yang Diminta

Output yang berbeda memiliki biaya berbeda, misalnya:

  • Peta kontur
  • Peta situasi lengkap
  • Model Elevasi Digital (DEM/DTM)
  • Data koordinat titik-titik penting

4. Teknologi yang Digunakan

Metode pengukuran juga memengaruhi biaya, seperti:

  • Total station
  • GPS geodetik
  • Drone (UAV mapping)
  • LIDAR
    Metode drone/LIDAR biasanya lebih mahal tetapi hasil lebih cepat dan detail.
Jenis Layanan Harga Mulai Dari Keterangan
Survey Geolistrik 1 Titik Rp 2.500.000 Untuk sumur rumah tangga & area kecil. Termasuk pengukuran & rekomendasi kedalaman.
Survey Geolistrik 2 Titik Rp 4.500.000 Ideal untuk memastikan sebaran akuifer dan akurasi titik pengeboran.
Survey Geolistrik Multi-Titik (3–5 Titik) Rp 7.500.000 – Rp 12.500.000 Untuk pabrik, perumahan besar, dan analisa akuifer mendalam.
Survey Geolistrik Kedalaman Dalam (>150 m) Mulai Rp 6.500.000 Survey untuk pengeboran industri dengan target kedalaman dalam.
Survey Geolistrik 2D Resistivity Imaging Rp 12.000.000 – Rp 25.000.000 Metode premium menghasilkan penampang bawah tanah 2D.
Survey Lokasi & Konsultasi Teknis Rp 500.000 – Rp 1.500.000 Pengecekan awal lokasi (FREE jika lanjut survey).

Catatan :

Harga di atas merupakan estimasi awal dan dapat berubah sesuai kondisi lapangan, jumlah titik yang dibutuhkan, serta kedalaman target yang ingin dicapai. Setiap lokasi memiliki karakteristik geologi yang berbeda-beda sehingga biaya akan disesuaikan untuk memastikan hasil survey tetap akurat dan optimal.

Penawaran harga final akan diberikan setelah tim kami menerima informasi lokasi, akses area, serta tujuan survey. Anda juga dapat berkonsultasi langsung dengan tim teknis untuk mendapatkan rekomendasi jumlah titik, metode geolistrik yang tepat, serta estimasi kedalaman akuifer sebelum pengeboran.

Manfaat Survey Topografi

Survey topografi merupakan langkah penting dalam memahami kondisi permukaan tanah secara detail sebelum memulai berbagai jenis pembangunan. Melalui pengukuran kontur, elevasi, dan karakteristik lahan, survey ini memberikan data akurat yang menjadi dasar perencanaan yang aman, efisien, dan tepat sasaran.

1. Mengetahui Bentuk dan Kontur Permukaan Tanah

Survey topografi memberikan informasi detail mengenai tinggi rendahnya permukaan tanah, kemiringan, lembah, bukit, dan bentuk lahan lainnya. Data ini penting sebelum melakukan pembangunan karena mempengaruhi desain struktur dan perhitungan teknis.

2. Membantu Perencanaan Pembangunan

Data topografi menjadi dasar perencanaan berbagai proyek seperti:

  • Pembangunan rumah & gedung
  • Jalan & jembatan
  • Irigasi
  • Drainase
  • Kawasan industri
    Tanpa data kontur yang akurat, risiko kesalahan desain dan kegagalan konstruksi akan lebih besar.

3. Menentukan Volume Pekerjaan Tanah (Cut & Fill)

Survey topografi membantu menghitung kebutuhan galian (cut) dan timbunan (fill) secara tepat. Ini penting dalam proyek konstruksi agar biaya pekerjaan tanah bisa dihitung secara akurat dan efisien.

4. Mendukung Pemetaan Batas Lahan

Survey topografi sering sekaligus mengukur batas-batas lahan menggunakan GPS geodetik. Dengan data ini, status dan ukuran tanah menjadi jelas, menghindari sengketa atau kesalahan dalam pembuatan sertifikat.

5. Analisis Risiko Bencana

Informasi elevasi dan kemiringan lahan dapat digunakan untuk:

  • Identifikasi daerah rawan longsor
  • Simulasi banjir
  • Penentuan jalur evakuasi
  • Perencanaan infrastruktur mitigasi bencana

6. Penting untuk Perencanaan Irigasi & Pertanian

Topografi digunakan untuk:

  • Menentukan arah aliran air
  • Mendesain saluran irigasi
  • Menentukan pola tanam
  • Perencanaan konservasi tanah dan air

Ini membuat pengelolaan lahan pertanian menjadi lebih efisien.

7. Dasar Pembuatan Peta 3D & Digital

Survey topografi menghasilkan data elevasi yang bisa diolah menjadi:

  • Peta kontur
  • Peta 3D
  • Model Digital Elevation (DEM/DTM)
  • Visualisasi lahan untuk perencanaan kota, properti, hingga GIS

8. Meminimalkan Kesalahan dalam Proyek

Dengan data yang akurat, kesalahan teknis dalam pembangunan dapat diminimalkan, seperti salah posisi, salah perhitungan kemiringan, atau salah elevasi yang menyebabkan masalah di kemudian hari.

Kapan Harus Melakukan Survey Topografi?

Survey topografi sebaiknya dilakukan sebelum memulai proses perencanaan dan pembangunan apa pun pada sebuah lahan. Ini termasuk pembangunan rumah, gedung, jalan, jembatan, kawasan industri, hingga perencanaan sistem drainase dan irigasi. Dengan data kontur dan elevasi yang akurat, perencana dapat memahami kondisi dasar lahan sehingga desain konstruksi bisa dibuat lebih tepat dan aman.

Survey ini juga perlu dilakukan ketika akan membeli, membagi, atau menentukan batas lahan untuk memastikan luas, posisi, serta karakteristik tanah sesuai dengan dokumen dan kondisi sebenarnya. Hal ini penting untuk menghindari sengketa, kesalahan batas, atau ketidaksesuaian perhitungan dalam pembuatan sertifikat tanah. Selain itu, survey topografi bermanfaat untuk evaluasi risiko seperti banjir atau potensi longsor.

Selain untuk perencanaan awal, survey topografi perlu dilakukan ketika akan melakukan perubahan signifikan pada lahan, seperti reklamasi, pemotongan bukit, penimbunan area rendah, atau penataan kawasan. Dalam tahap ini, survey ulang diperlukan untuk menghitung volume pekerjaan tanah dan memantau perubahan kontur setelah pekerjaan berlangsung. Dengan demikian, seluruh tahapan proyek dapat berjalan lebih efisien, akurat, dan sesuai standar teknis.

Proses atau Tahapan Survey Topografi

Proses survey topografi merupakan rangkaian kegiatan pengukuran yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh data kontur, elevasi, serta kondisi fisik permukaan tanah. Setiap tahapan dilakukan dengan metode dan alat khusus agar hasil pemetaan akurat dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Berikut tahapan Survey Topografi yang umum dilakukan di lapangan:

1. Persiapan & Pengumpulan Informasi Awal

Tahap pertama adalah melakukan briefing dan mempelajari kebutuhan proyek, termasuk luas area, tujuan survey, serta dokumen pendukung seperti peta lama, gambar rencana, atau batas tanah. Tim survey juga menyiapkan alat seperti total station, GPS geodetik, drone, atau waterpass. Pada tahap ini, titik kontrol dan rencana jalur pengukuran mulai ditentukan.

2. Penentuan Titik Kontrol (BM / Bench Mark)

Surveyor kemudian menetapkan titik kontrol elevasi dan koordinat sebagai acuan seluruh pengukuran. Titik ini dipasang secara jelas di lapangan, biasanya berupa patok permanen. Penentuan titik kontrol sangat penting agar hasil pengukuran konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

3. Pengukuran Lapangan (Field Survey)

Tahapan ini merupakan inti dari survey topografi. Tim melakukan pengukuran dengan metode berikut:

  • Total station untuk mengukur sudut, jarak, dan elevasi secara detail
  • GPS geodetik untuk mengukur koordinat titik-titik penting
  • Drone/UAV untuk pemetaan area luas dan menghasilkan orthomosaic
  • Waterpass untuk pengukuran beda tinggi
    Data lapangan dicatat secara sistematis untuk kemudian diolah menjadi peta.

4. Pengolahan Data (Data Processing)

Semua data hasil pengukuran dimasukkan ke software seperti AutoCAD, Civil 3D, ArcGIS, atau Global Mapper. Pada tahap ini dilakukan:

  • Koreksi data pengukuran
  • Pembuatan titik koordinat
  • Pembuatan kontur (garis tinggi)
  • Pembuatan DEM/DTM
  • Analisis kemiringan, elevasi, dan bentuk lahan
    Tahap ini menentukan akurasi peta akhir.

5. Penyusunan Peta Topografi

Setelah data rapi, surveyor membuat peta topografi lengkap yang berisi:

  • Kontur permukaan tanah
  • Titik elevasi
  • Batas-batas lahan
  • Jalan, bangunan, saluran, dan objek penting lainnya
  • Skala dan sistem koordinat
  • Legenda & informasi teknis
    Peta biasanya dibuat dalam format PDF, DWG, JPG, atau SHP sesuai kebutuhan pengguna.

6. Laporan & Penyerahan Hasil

Tahap akhir adalah penyusunan laporan survey yang mencakup:

  • Metode pengukuran
  • Alat yang digunakan
  • Hasil peta topografi
  • Analisis data
  • Dokumentasi lapangan
    Laporan kemudian diserahkan kepada klien sebagai dasar perencanaan desain atau pekerjaan konstruksi.

Jenis Metode Topografi yang Digunakan

Survey topografi dapat dilakukan dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek, tingkat akurasi, serta kondisi medan di lapangan. Setiap metode memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri, mulai dari teknik konvensional hingga teknologi modern seperti drone dan LIDAR. Berikut beberapa metode Topografi yang umum digunakan:

1. Metode Konvensional (Total Station & Theodolite)

Metode ini menggunakan alat seperti total station, theodolite, dan waterpass untuk mengukur sudut, jarak, dan elevasi secara manual di lapangan.
Metode konvensional sangat akurat dan sering digunakan untuk area kecil hingga menengah, terutama untuk proyek konstruksi, pemetaan detail, dan penetapan batas lahan.

2. Metode GPS Geodetik (GNSS Survey)

Metode ini menggunakan GPS geodetik atau GNSS untuk mendapatkan koordinat presisi tinggi.
Kelebihan metode ini adalah:

  • Hasil cepat
  • Akurasi tinggi (hingga milimeter)
  • Cocok untuk penentuan titik kontrol, BM, dan titik referensi peta
    Metode GNSS sering dipakai sebagai dasar untuk mengikat pengukuran total station atau drone.

3. Metode Penginderaan Jauh (Remote Sensing)

Metode ini memanfaatkan satelit atau sensor udara untuk membaca kondisi permukaan tanah.
Data yang dihasilkan berupa citra atau model elevasi awal yang berguna untuk:

  • Analisis kontur
  • Pemodelan lahan luas
  • Perencanaan awal proyek besar
    Remote sensing cocok untuk daerah sulit dijangkau.

4. Metode Fotogrametri Drone (UAV Mapping)

Metode ini menggunakan drone yang dilengkapi kamera khusus untuk mengambil foto udara. Foto-foto tersebut diproses menjadi:

  • Orthomosaic (foto udara resolusi tinggi)
  • Peta kontur
  • DEM/DTM
  • Model 3D permukaan
    Metode drone sangat populer karena cepat, efisien untuk area luas, dan memberikan data visual yang detail.

5. Metode LIDAR (Light Detection and Ranging)

LIDAR adalah metode pemetaan menggunakan laser yang ditembakkan dari drone atau pesawat untuk membaca elevasi tanah secara sangat akurat.
Keunggulannya:

  • Menembus vegetasi
  • Kecepatan tinggi
  • Akurasi tinggi sekali
    LIDAR banyak digunakan dalam proyek skala besar seperti pemetaan hutan, pembangunan jalan, bendungan, atau analisis geologi.

6. Metode Sonar/Bathymetri (Untuk Area Perairan)

Metode ini digunakan untuk survey topografi bawah air, seperti sungai, danau, pesisir, atau bendungan.
Menggunakan sensor sonar, metode ini menghasilkan peta:

  • Kedalaman
  • Kontur dasar perairan
  • Struktur bawah permukaan
    Cocok untuk perencanaan irigasi, pelabuhan, hingga reklamasi.

DOKUMENTASI

Berikut adalah beberapa project di beberapa tempat yang selesai kami kerjakan.

PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

F.A.Q Yang Sering Ditanyakan

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para customer/pelanggan kami tentang layanan yang diberikan oleh Galaxy Teknik.

1. Berapa biaya jasa survey topografi?

Biaya tergantung pada luas lahan, jenis metode pengukuran, tingkat kesulitan medan, dan output yang diminta. Dan untuk lahan yang lebih luas atau menggunakan drone/LIDAR, biaya bisa berbeda sesuai kebutuhan. Untuk estimasi harga, silakan hubungi tim kami.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan survey topografi?

Waktu pengerjaan biasanya berkisar 1–3 hari untuk lahan kecil, dan bisa lebih lama untuk area yang luas atau medan yang berat. Proses pengolahan data dan pembuatan peta biasanya memerlukan tambahan waktu 2–5 hari.

3. Apa saja output yang akan saya dapatkan dari survey topografi?

Klien biasanya menerima: Peta kontur Peta situasi Data koordinat DEM/DTM Model 3D Laporan survey lengkap Format file dapat berupa PDF, JPG, DWG, atau SHP sesuai kebutuhan.

4. Kapan waktu yang tepat untuk melakukan survey topografi?

Survey sebaiknya dilakukan sebelum perencanaan dan pembangunan, seperti pembangunan rumah, gedung, jalan, irigasi, hingga pembagian lahan. Survey juga penting ketika ingin mengetahui batas tanah secara akurat.

5. Apakah survey bisa dilakukan di medan sulit?

Ya, survey dapat dilakukan di berbagai kondisi medan, seperti bukit, hutan, area pemukiman, hingga lokasi yang sulit dijangkau. Metode yang digunakan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, seperti kombinasi total station, GPS geodetik, atau drone.

6. Apakah saya bisa minta survey menggunakan drone?

Bisa. Metode drone sangat cocok untuk area luas dan menghasilkan peta yang detail dan cepat. Namun biaya biasanya lebih tinggi dibanding metode konvensional.

7. Apakah hasil survey bisa digunakan untuk pengurusan sertifikat tanah?

Ya, hasil survey topografi dapat digunakan untuk mendukung pengukuran batas lahan atau keperluan administrasi pertanahan, selama pengukuran dilakukan dengan metode yang sesuai dan akurat.

You cannot copy content of this page

Scroll to Top