PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA
Jasa Sondir & Boring Test Profesional & Terpercaya
PT. Galaxy Teknik Indonesia melayani jasa sondir dan boring test tanah secara lengkap, cepat, dan sesuai standar teknis geoteknik. Kami membantu perusahaan, kontraktor, maupun instansi dalam pengujian daya dukung tanah, analisis karakteristik lapisan tanah, serta penyusunan laporan hasil uji sesuai ketentuan standar nasional dan Dinas terkait.
AHLI GEOTEKNIK
Tim profesional berpengalaman dalam uji tanah, memastikan hasil akurat dan sesuai standar teknis.
PERALATAN MODERN
Menggunakan alat sondir dan boring test terbaru & berteknologi tinggi untuk hasil pengerjaan cepat dan presisi.
DATA TERPERCAYA
Hasil pengujian disajikan dalam laporan teknis lengkap, valid, dan siap digunakan untuk perencanaan proyek.
PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA
Jasa Sondir & Boring Test Profesional & Terpercaya
PT. Galaxy Teknik Indonesia melayani jasa sondir dan boring test tanah secara legal, cepat, dan sesuai standar teknis geoteknik. Kami membantu perusahaan, kontraktor, maupun instansi dalam pengujian daya dukung tanah, identifikasi lapisan tanah, serta analisis karakteristik geoteknik untuk mendukung perencanaan fondasi bangunan dan infrastruktur.
Didukung oleh tenaga ahli geoteknik berpengalaman serta peralatan uji tanah modern berstandar kalibrasi, kami memastikan hasil pengujian akurat, data valid, dan laporan siap digunakan untuk kebutuhan desain maupun perizinan proyek.
PENGALAMAN +10 TAHUN
PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA
Dipercaya Oleh









PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA
Buat Janji & Dapatkan Penawaran Khusus Silakan Hubungi Klik Tombol Dibawah Ini
GALAXY TEKNIK
Jasa Geolistrik
Perizinan Bor / SIPA
Bore Hole Camera
Jasa Logging
Pumping Test SNI
Service Pompa
Jetting Compressor
Drilling Machinery
Well Drilling
Apa Itu Sondir Boring Test?
Sondir atau Cone Penetration Test (CPT) adalah metode pengujian tanah di lapangan dengan cara menekan konus (cone) ke dalam tanah secara vertikal menggunakan alat hidrolik. Tujuannya adalah untuk mengetahui daya dukung tanah, kepadatan, serta stratifikasi lapisan tanah. Hasil pengujian sondir biasanya berupa grafik perlawanan konus (qc), tahanan geser selubung (fs), dan friksi ratio. Data ini sangat penting untuk perencanaan pondasi bangunan seperti rumah, gedung, hingga jembatan.
Sementara itu, Boring Test atau Soil Boring & Sampling (uji bor tanah) adalah metode investigasi tanah yang dilakukan dengan mengebor tanah hingga kedalaman tertentu untuk mengambil sampel tanah asli (undisturbed sample). Sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui parameter mekanika tanah, seperti kadar air, batas Atterberg, berat jenis, nilai SPT (Standard Penetration Test), dan sifat fisik lainnya. Metode ini memberikan data yang lebih detail tentang karakteristik tanah dibandingkan sondir.
Sondir dan Boring Test biasanya saling melengkapi. Sondir memberikan data cepat dan kontinu mengenai kekuatan tanah secara vertikal, sedangkan Boring Test menyediakan data laboratorium yang akurat mengenai sifat fisik dan mekanik tanah. Dalam proyek konstruksi, kedua metode ini sangat penting agar perencanaan pondasi lebih aman, efisien, dan sesuai kondisi tanah sebenarnya.
Sondir Boring Test Menurut Wikipedia
Menurut halaman Wikipedia bahasa Indonesia, “Pengujian penetrasi kerucut” — dikenal juga sebagai CPT atau sondir — adalah metode yang digunakan untuk menentukan sifat rekayasa geoteknik tanah sekaligus mengidentifikasi stratigrafi (susunan lapisan) tanah di bawah permukaan.
Metode ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950-an di Laboratorium Mekanika Tanah di Delft, Belanda, terutama untuk menyelidiki tanah lunak. Karena sejarah ini, CPT kadang disebut “pengujian kerucut Belanda”.
Prosedurnya melibatkan penekanan sebuah kerucut terinstrumentasi ke dalam tanah — ujung kerucut diarahkan ke bawah — dengan kecepatan yang terkontrol (antara sekitar 1,5–2,5 cm/s). Luas penampang ujung konus tipikal adalah 10 atau 15 cm² (diameter sekitar 3,6–4,4 cm), hal ini mempengaruhi resolusi pengukuran dalam mendeteksi lapisan tanah.
Biaya Jasa Sondir Boring Test
Biaya jasa sondir dan boring umumnya dihitung berdasarkan jumlah titik yang diuji, kedalaman pengeboran, serta lokasi proyek. Untuk sondir (Cone Penetration Test/CPT), kisaran harga biasanya mulai dari Rp 1.500.000 sampai Rp 3.000.000 per titik, tergantung tingkat kekerasan tanah, akses lokasi, dan kebutuhan mobilisasi alat. Sondir hanya membutuhkan waktu relatif cepat dan tidak memerlukan pengambilan sampel tanah, sehingga biayanya lebih murah dibanding boring test.
Sementara itu, boring test (soil boring + SPT + sampling + uji laboratorium) memiliki biaya yang lebih tinggi karena prosesnya lebih kompleks. Estimasi harga biasanya berada pada kisaran Rp 5.000.000 hingga Rp 12.000.000 per titik, tergantung kedalaman bor (10–30 meter), jumlah sampel laboratorium, serta jenis uji tanah yang diperlukan. Paket gabungan Sondir + Boring + Lab Test + Laporan Geoteknik dapat mencapai Rp 12.000.000 – Rp 20.000.000, tergantung kebutuhan teknis proyek.
| Jenis Layanan | Harga Mulai Dari | Keterangan |
|---|---|---|
| Survey Geolistrik 1 Titik | Rp 2.500.000 | Untuk sumur rumah tangga & area kecil. Termasuk pengukuran & rekomendasi kedalaman. |
| Survey Geolistrik 2 Titik | Rp 4.500.000 | Ideal untuk memastikan sebaran akuifer dan akurasi titik pengeboran. |
| Survey Geolistrik Multi-Titik (3–5 Titik) | Rp 7.500.000 – Rp 12.500.000 | Untuk pabrik, perumahan besar, dan analisa akuifer mendalam. |
| Survey Geolistrik Kedalaman Dalam (>150 m) | Mulai Rp 6.500.000 | Survey untuk pengeboran industri dengan target kedalaman dalam. |
| Survey Geolistrik 2D Resistivity Imaging | Rp 12.000.000 – Rp 25.000.000 | Metode premium menghasilkan penampang bawah tanah 2D. |
| Survey Lokasi & Konsultasi Teknis | Rp 500.000 – Rp 1.500.000 | Pengecekan awal lokasi (FREE jika lanjut survey). |
Catatan :
Harga di atas merupakan estimasi awal dan dapat berubah sesuai kondisi lapangan, jumlah titik yang dibutuhkan, serta kedalaman target yang ingin dicapai. Setiap lokasi memiliki karakteristik geologi yang berbeda-beda sehingga biaya akan disesuaikan untuk memastikan hasil survey tetap akurat dan optimal.
Penawaran harga final akan diberikan setelah tim kami menerima informasi lokasi, akses area, serta tujuan survey. Anda juga dapat berkonsultasi langsung dengan tim teknis untuk mendapatkan rekomendasi jumlah titik, metode geolistrik yang tepat, serta estimasi kedalaman akuifer sebelum pengeboran.
Manfaat Sondir Boring Test
Sondir dan Boring Test merupakan dua metode investigasi tanah yang sangat penting dalam perencanaan konstruksi. Kedua pengujian ini memberikan data akurat mengenai kondisi tanah di bawah permukaan, sehingga perancang dan kontraktor dapat menentukan jenis pondasi yang tepat, aman, dan efisien. Berikut ini adalah manfaat utama dari Sondir dan Boring Test dalam dunia geoteknik dan pembangunan.
1. Mengetahui Daya Dukung Tanah Secara Akurat
Sondir dan boring test memberikan data kekuatan tanah yang sangat penting untuk menentukan jenis pondasi yang aman. Sondir mengukur perlawanan ujung (qc) dan gesekan selubung (fs) sehingga dapat dianalisis daya dukung tanah secara cepat. Boring test dilengkapi dengan uji SPT (Standard Penetration Test) serta sampel tanah asli, sehingga menghasilkan informasi daya dukung yang lebih detail, terutama untuk desain pondasi tiang dan footplate.
2. Mengidentifikasi Lapisan Tanah (Stratigrafi Subsurface)
Salah satu manfaat utama kedua metode ini adalah mengetahui susunan lapisan tanah dari permukaan hingga kedalaman tertentu.
Sondir memberikan grafik profil tanah secara kontinu sehingga lapisan lunak, keras, pasir, dan lempung dapat dibaca dengan jelas.
Boring test memberikan informasi visual dari sampel tanah setiap kedalaman tertentu sehingga stratigrafi dapat dipetakan lebih akurat.
3. Menentukan Jenis Pondasi yang Tepat
Data dari sondir dan boring test digunakan untuk memutuskan apakah pondasi harus menggunakan:
- Pondasi dangkal (footplat, raft foundation)
- Pondasi dalam (tiang pancang, bor pile, mini pile)
- Perkuatan tanah (soil improvement)
Hal ini membantu menghindari kesalahan desain pondasi yang dapat menyebabkan kerusakan bangunan di masa depan.
4. Mengukur Stabilitas Tanah & Risiko Penurunan (Settlement)
Hasil uji memberikan informasi mengenai kepadatan tanah, plastisitas, kandungan air, dan tekanan pori, yang penting untuk menghitung potensi penurunan tanah (settlement). Dengan data ini, perencana struktur dapat memperkirakan apakah pondasi memerlukan perkuatan tambahan.
5. Meningkatkan Keselamatan Bangunan & Efisiensi Biaya
Bangunan yang dirancang berdasarkan data tanah yang benar akan lebih aman dan bertahan lama. Selain itu, memiliki data akurat dari sondir dan boring test mencegah penggunaan pondasi yang berlebihan (overdesign) sehingga biaya konstruksi dapat ditekan tanpa mengurangi keamanan.
6. Menjadi Dasar Penyusunan Laporan Geoteknik
Hasil kedua uji ini menjadi bahan utama untuk laporan investigasi tanah (soil investigation report) yang diperlukan untuk:
- Perhitungan struktur
- Perizinan konstruksi
- Perencanaan site development
- Pengawasan pelaksanaan proyek
7. Meminimalkan Risiko Kegagalan Konstruksi
Tanpa mengetahui kondisi tanah, risiko terjadinya retak struktur, amblas, atau kegagalan pondasi jauh lebih besar. Sondir dan boring test membantu mengidentifikasi area berisiko, tanah lunak, atau lapisan gambut yang harus dihindari atau diperkuat.
Kapan Harus Melakukan Sondir Boring Test?
Sondir dan Boring Test sebaiknya dilakukan pada tahap awal sebelum proses perencanaan konstruksi dimulai, terutama ketika sebuah proyek membutuhkan data kondisi tanah yang akurat. Pengujian ini penting untuk mengetahui daya dukung tanah, kedalaman lapisan keras, serta risiko geoteknik lainnya yang dapat memengaruhi struktur bangunan. Pada tahap pra-desain, hasil sondir dan boring menjadi dasar bagi perencana dalam menentukan jenis pondasi yang aman dan efisien.
Pengujian ini juga diperlukan ketika area pembangunan berlokasi di tanah lunak, bekas rawa, area reklamasi, atau lokasi yang belum pernah dilakukan pembangunan sebelumnya. Tanah di area tersebut sering memiliki karakteristik yang tidak stabil, sehingga diperlukan pengujian sondir dan boring untuk mengidentifikasi lapisan lembek, potensi penurunan (settlement), hingga kedalaman tanah keras. Tanpa data ini, risiko kegagalan pondasi sangat tinggi.
Sondir dan boring test wajib dilakukan untuk proyek bangunan bertingkat, jembatan, jalan raya, gudang, pabrik, menara telekomunikasi, tangki besar, maupun infrastruktur berat lainnya. Struktur besar membutuhkan data tanah yang jauh lebih detail dibanding bangunan rumah tinggal, sehingga boring test dengan pengambilan sampel laboratorium (SPT, konsistensi tanah, kadar air, plastisitas, dll.) menjadi sangat penting. Hasilnya dipakai untuk memastikan pondasi tidak mengalami kerusakan akibat beban berat dalam jangka panjang.
Selain itu, pengujian juga dilakukan ketika terjadi indikasi masalah pada tanah, seperti retakan bangunan, penurunan tanah setempat (local settlement), atau ketidakstabilan lereng. Data sondir dan boring membantu ahli geoteknik menganalisis penyebab serta merancang solusi perbaikan seperti perkuatan tanah, peningkatan daya dukung, atau penggantian pondasi. Dengan kata lain, pengujian ini tidak hanya untuk proyek baru, tetapi juga untuk perbaikan dan evaluasi kondisi tanah pada bangunan yang sudah berdiri.
Proses atau Tahapan Sondir Boring Test
Proses Sondir dan Boring Test dilakukan secara sistematis untuk memperoleh data tanah yang akurat dan komprehensif. Tahapan-tahapan ini mencakup persiapan alat, pelaksanaan pengujian di lapangan, pengambilan sampel, hingga pencatatan data yang nantinya digunakan sebagai dasar perencanaan pondasi dan struktur bangunan. Dengan mengikuti prosedur yang tepat, hasil investigasi tanah akan lebih andal dan dapat meminimalkan risiko kegagalan konstruksi.
Berikut tahapan Sondir Boring Test yang umum dilakukan di lapangan:
1. Tahapan Sondir (Cone Penetration Test / CPT)
Sondir atau Cone Penetration Test (CPT) merupakan salah satu metode investigasi tanah yang efektif untuk mengetahui sifat mekanik dan stratigrafi tanah. Proses pengujian ini dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan agar data yang diperoleh akurat dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pondasi. Berikut adalah tahapan-tahapan pelaksanaan sondir secara rinci.
a. Persiapan Awal & Penentuan Titik
Proses dimulai dengan menentukan titik uji berdasarkan layout proyek. Tim akan melakukan marking di lapangan, memastikan akses alat, kondisi permukaan tanah, serta pengecekan apakah ada utilitas bawah tanah seperti pipa atau kabel yang dapat mengganggu proses sondir.
b. Pemasangan Alat & Kalibrasi
Alat sondir dipasang di atas titik uji menggunakan tripod atau unit hidrolik. Tekanan hidrolik dan alat ukur (gauge meter atau sistem digital) dikalibrasi untuk memastikan data yang diperoleh akurat. Konus (cone) dipastikan bersih dan dalam kondisi baik untuk penetrasi.
c. Penetrasi Konus ke Dalam Tanah
Konus ditekan ke tanah secara vertikal dengan kecepatan konstan sekitar 1–2 cm/detik. Selama penetrasi, alat akan mencatat data:
- qc (perlawanan ujung konus)
- fs (gesekan selubung)
- Rf (friction ratio)
Pengujian dilakukan terus hingga mencapai tanah keras, kedalaman target, atau saat alat tidak mampu lagi menembus.
d. Pencatatan Data & Pembuatan Profil Tanah
Data sondir dicatat secara kontinu sepanjang kedalaman. Hasilnya berupa grafik profil tanah yang menunjukkan lapisan lunak, sedang, dan keras. Grafik ini nantinya digunakan untuk perhitungan daya dukung tanah dan pemilihan jenis pondasi.
2. Tahapan Boring Test (Soil Boring, SPT, dan Sampling)
Boring Test, yang mencakup soil boring, Standard Penetration Test (SPT), dan pengambilan sampel tanah, merupakan metode penting untuk mengetahui karakteristik tanah secara mendetail. Proses ini dilakukan secara bertahap mulai dari pengeboran, pengambilan sampel, hingga pencatatan log bor, sehingga memberikan informasi yang lengkap mengenai kondisi tanah di lokasi proyek. Tahapan-tahapan berikut menjelaskan secara rinci pelaksanaan Boring Test.
a. Penentuan Titik Bor & Mobilisasi Alat
Titik bor ditentukan berdasarkan kebutuhan struktur dan kondisi lapangan. Rig bor (mesin bor tanah) kemudian dipasang, dilengkapi dengan casing, pipa bor, dan lumpur pengeboran (bentonite) untuk menstabilkan lubang bor.
b. Pengeboran Awal (Drilling)
Proses bor dimulai menggunakan metode wash boring atau rotary drilling. Tanah dibor secara bertahap per interval (biasanya setiap 1,5 meter). Lumpur bor digunakan untuk menjaga kestabilan lubang dan membawa material tanah ke permukaan.
c. Pelaksanaan SPT (Standard Penetration Test)
Pada kedalaman tertentu, dilakukan SPT untuk mengetahui nilai N-SPT, yaitu tingkat kekerasan tanah. Prosesnya meliputi:
- Penurunan tabung sampel ke lubang bor
- Pengetukan dengan palu 63,5 kg dari tinggi 76 cm
- Menghitung jumlah pukulan untuk penetrasi 30 cm
Nilai N ini sangat penting untuk desain pondasi.
d. Pengambilan Sampel Tanah
Ada dua jenis sampel:
- Disturbed sample (tanah terganggu) untuk uji fisik dasar
- Undisturbed sample (sampel asli) untuk uji laboratorium seperti konsolidasi, permeabilitas, batas Atterberg, dan shear strength
Sampel disimpan dalam tabung khusus agar kondisi tanah tetap terjaga.
e. Pencatatan Log Bor (Borehole Log)
Setiap lapisan tanah dicatat dengan detail: warna, tekstur, konsistensi, kandungan air, serta kedalaman transisi antar lapisan. Log bor menjadi peta vertikal karakteristik tanah di titik tersebut.
f. Penutupan Lubang & Pembersihan
Setelah selesai, lubang bor ditutup kembali menggunakan material pengisi (cutting, pasir, atau semen) untuk mencegah risiko amblas. Area kerja dibersihkan dan alat dimobilisasi kembali.
3. Penyusunan Laporan Geoteknik
Tahap akhir adalah pembuatan laporan lengkap yang berisi:
- Grafik sondir (qc, fs, Rf)
- Borehole log
- Nilai SPT
- Hasil uji laboratorium tanah
- Interpretasi dari engineer geoteknik
- Rekomendasi pondasi (dangkal, tiang pancang, bor pile, dsb.)
- Analisis daya dukung dan settlement
Laporan ini menjadi acuan utama dalam desain struktur bangunan.
Jenis Metode Sondir Boring Test yang Digunakan
Dalam investigasi tanah, Sondir dan Boring Test memiliki berbagai metode yang disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan proyek. Setiap metode memiliki keunggulan, tujuan pengukuran, dan jenis data yang berbeda, mulai dari pengukuran daya dukung tanah hingga pengambilan sampel untuk uji laboratorium. Berikut ini adalah penjelasan rinci mengenai jenis-jenis metode Sondir dan Boring Test yang umum digunakan.
1. Jenis Metode Sondir (Cone Penetration Test / CPT)
Sondir atau Cone Penetration Test (CPT) merupakan salah satu metode utama dalam investigasi tanah untuk mengetahui sifat mekanik dan stratigrafi tanah. Metode ini memiliki beberapa variasi yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan karakteristik tanah, mulai dari pengukuran daya dukung hingga evaluasi tekanan air pori. Berikut adalah jenis-jenis metode Sondir yang umum digunakan.
a. Standard Cone Penetration Test (CPT)
Metode ini menggunakan kerucut standar yang ditekan ke dalam tanah dengan kecepatan konstan (±1–2 cm/detik). Alat ini mengukur:
- Tip resistance (qc) → tahanan ujung kerucut, menunjukkan kekerasan tanah
- Sleeve friction (fs) → tahanan gesekan pada selubung
- Friction ratio (Rf) → perbandingan tip resistance dan sleeve friction
Data ini digunakan untuk menentukan daya dukung tanah, stratigrafi, dan konsistensi lapisan tanah.
b. CPT dengan Piezometer (CPTu / Piezocone Test)
CPTu adalah CPT yang dilengkapi sensor tekanan air pori (piezometer). Selain qc dan fs, alat ini mengukur pore-water pressure (u).
Manfaatnya:
- Menentukan sifat drainase tanah
- Mengidentifikasi lapisan lempung lunak atau pasir jenuh
- Membantu evaluasi settlement dan konsolidasi tanah
c. CPT Seismik (SCPT / Seismic CPT)
Metode ini memadukan CPT dengan pengukuran gelombang seismik (shear wave velocity). Digunakan untuk:
- Menentukan modulus geser tanah (G)
- Analisis dinamik, seperti respons gempa dan liquefaction
2. Jenis Metode Boring Test (Soil Boring & Sampling)
Boring Test, yang mencakup soil boring dan pengambilan sampel tanah, merupakan metode penting untuk memperoleh informasi mendetail mengenai kondisi tanah di lokasi proyek. Terdapat berbagai jenis metode boring yang digunakan sesuai dengan karakteristik tanah dan kedalaman pengeboran, mulai dari tanah lunak hingga tanah keras atau batuan. Berikut adalah jenis-jenis metode Boring Test yang umum dipakai dalam investigasi geoteknik.
a. Wash Boring
Metode bor ini menggunakan air atau lumpur (bentonite) untuk membawa tanah ke permukaan. Biasanya digunakan pada tanah lunak atau semi-lunak.
Kelebihan: cepat, bisa mencapai kedalaman menengah, cocok untuk pengambilan sampel disturbed.
b. Rotary Boring
Menggunakan rotary rig dengan mata bor putar. Umumnya dipakai pada tanah keras, batuan lunak, atau kedalaman lebih dari 20 m.
Kelebihan: presisi tinggi, bisa mengambil sampel undisturbed, dan cocok untuk uji laboratorium lanjutan.
c. Standard Penetration Test (SPT)
SPT adalah metode pengujian mekanik pada lubang bor untuk mengetahui kekerasan tanah. Sampel diambil dengan tabung sampler, kemudian dihitung jumlah pukulan palu (63,5 kg dari tinggi 76 cm) untuk menembus 30 cm tanah.
Nilai N-SPT menjadi acuan daya dukung tanah dan pemilihan pondasi.
d. Shelby Tube Sampling / Undisturbed Sample
Metode ini digunakan untuk mengambil sampel tanah yang tetap utuh (undisturbed) untuk analisis laboratorium, seperti uji konsolidasi, permeabilitas, atau kekuatan geser. Shelby tube berbentuk tabung yang dimasukkan ke tanah selama pengeboran.
3. Kombinasi Sondir dan Boring
Seringkali, kedua metode digabungkan untuk hasil yang lebih lengkap:
- Sondir → data kontinu lapisan tanah dan daya dukung
- Boring + SPT + Laboratorium → data sifat fisik, mekanik, dan kimia tanah
Kombinasi ini memastikan perencanaan pondasi lebih akurat, aman, dan efisien dari segi biaya serta struktur.
DOKUMENTASI
PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA
F.A.Q Yang Sering Ditanyakan
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para customer/pelanggan kami tentang layanan yang diberikan oleh Galaxy Teknik.
1. Apa itu Sondir dan Boring Test, dan apa perbedaannya?
2. Berapa biaya jasa Sondir dan Boring Test?
3. Berapa lama proses Sondir dan Boring Test dilakukan?
4. Apakah hasil Sondir dan Boring Test termasuk laporan geoteknik lengkap?
5. Kapan Sondir dan Boring Test perlu dilakukan?
6. Apakah Sondir dan Boring Test bisa dilakukan di lokasi dengan akses sempit?
7. Apakah perlu izin khusus untuk melakukan Sondir atau Boring Test?
PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA
Dipercaya Oleh









GALAXY TEKNIK
LAYANAN KAMI
HUBUNGI KAMI
- 0877-0877-9254
- Jalan Kp. lebak gempol Panancangan Cipocok Jaya Serang
- galaxyteknik@gmail.com



