PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

Jasa Pengeboran Sumur Profesional & Terpercaya

PT. Galaxy Teknik Indonesia melayani jasa pengeboran sumur air tanah secara profesional, cepat, dan sesuai standar teknis. Kami membantu perusahaan, industri, hingga instansi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian proyek pengeboran sumur, mulai dari survei lokasi hingga uji debit air, sesuai dengan ketentuan dan regulasi dari Dinas ESDM.

AHLI PROFESIONAL

Tim berpengalaman di bidang pengeboran air tanah, menjamin hasil kerja akurat, efisien, dan berkualitas.

TEKNOLOGI MODERN

Menggunakan peralatan pengeboran terbaru berteknologi tinggi untuk hasil cepat, presisi, dan tahan lama.

LEGAL & TERPERCAYA

Seluruh proses pembuatan dan pengerjaan sesuai regulasi resmi Dinas ESDM, menjamin legalitas serta keamanan setiap proyek.

PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

Jasa Pengeboran Sumur Profesional & Terpercaya Di Indonesia

PT. Galaxy Teknik Indonesia melayani jasa pengeboran sumur air tanah secara legal, cepat, dan sesuai standar teknis Dinas ESDM. Kami membantu perusahaan, industri, maupun instansi dalam proses perencanaan, survei lokasi, hingga pelaksanaan pengeboran sumur air tanah dengan hasil optimal dan berizin resmi.

Didukung oleh tenaga ahli hidrogeologi berpengalaman serta peralatan pengeboran modern berstandar kalibrasi, kami memastikan setiap pekerjaan menghasilkan sumber air berkualitas, data akurat, dan dokumentasi lengkap sesuai ketentuan instansi terkait.

9

PENGALAMAN +10 TAHUN

PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

Dipercaya Oleh

PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

Buat Janji & Dapatkan Penawaran Khusus
Silakan Hubungi Klik Tombol Dibawah Ini

Layanan Terbaik Kami

GALAXY TEKNIK

Kami selalu mengedepankan kualitas, keamanan, profesionalitas dan keahlian
dalam setiap project yang kami kerjakan
galaxy

Jasa Geolistrik

Geolistrik & Logging biasa digunakan untuk pendugaan penentuan potensi Air Tanah, Pertambangan & Konstruksi Sumur Bor
galaxy1

Perizinan Bor / SIPA

Jika anda sedang mencari konsultan yang bergerak dalam bidang lingkungan dan jasa perizinan kami dapat melayani anda.
15

Bore Hole Camera

Bore Hole Camera dapat memberikan informasi karakteristik batuan dalam tanah, pra & pasca penggalian sumur dengan akurat.
5

Jasa Logging

Logging adalah praktik membuat catatan rinci ( sebuah catatan sumur) dari formasi geologi yang ditembus oleh lubang bor.
20

Pumping Test SNI

Kami melayani jasa pumping test terbaik untuk beragam kebutuhan dan lokasi baik skala kecil, menengah, maupun besar.

9

Service Pompa

Kami melayani penjualan, pemasangna & perbaikan pompa untuk industri profesional dengan harga yang sangat kompetitif.
4

Jetting Compressor

Kami melayani jetting compressor untuk memaintenance sumur Anda sehingga berfungsi normal kembali.
8

Drilling Machinery

Melayani jasa pembuatan mesin bor, mata bor, pembuatan dock drat. Cocok untuk sumur dangkal atau dalam.
pumping test

Well Drilling

Jasa pembuatan sumur dalam, sumur dangkal, sumur imbuhan, sumur pantau, dewatering system, bore pile dll.

Apa Itu Pengeboran Sumur?

Pengeboran sumur adalah proses membuat lubang vertikal ke dalam tanah untuk mendapatkan sumber air bawah tanah. Proses ini dilakukan menggunakan mesin bor khusus yang mampu menembus berbagai lapisan tanah seperti lempung, pasir, kerikil, hingga batuan keras. Tujuannya adalah mencapai lapisan akuifer, yaitu lapisan tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air dalam jumlah cukup.

Dalam praktiknya, pengeboran sumur membutuhkan perhitungan teknis seperti kedalaman tanah, jenis lapisan geologi, debit air yang dibutuhkan, serta metode pengeboran yang paling sesuai. Ada beberapa teknik yang umum digunakan, seperti bor putar (rotary), bor tumbuk (percussion), dan bor hidrolik. Setiap teknik memiliki keunggulan berbeda tergantung kondisi lokasi dan kebutuhan sumur.

Setelah proses pengeboran selesai, pipa sumur (casing) dipasang untuk menjaga dinding sumur agar tidak runtuh dan memastikan aliran air tetap bersih. Bagian dasar sumur juga dipasang saringan (screen) untuk menyaring pasir atau partikel kecil agar tidak masuk ke dalam pipa. Tahap akhir biasanya dilakukan pembersihan (development) untuk memastikan air mengalir dengan lancar.

Secara keseluruhan, pengeboran sumur merupakan solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama di daerah yang tidak memiliki akses jaringan PDAM. Dengan teknik yang tepat dan tenaga ahli berpengalaman, pengeboran sumur dapat menghasilkan sumber air yang stabil, bersih, dan aman untuk digunakan sehari-hari.

Pengeboran Sumur Menurut Wikipedia

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia,  Pengeboran sumur adalah proses membuat lubang ke dalam tanah (atau formasi geologi) dengan tujuan mendapatkan sumber daya alam — bisa air tanah, brine, minyak, gas, atau untuk injeksi cairan/monitoring reservoir. 
Secara teknis, “sumur yang dibor” (drilled well) dibuat menggunakan mesin bor seperti rotary, percussion, atau cable-tool — jauh berbeda dari sumur tradisional yang digali dengan tangan. Lubang bor ini bisa jauh lebih dalam dan sempit dibanding sumur galian biasa. 

Pada sumur air: pengeboran memungkinkan untuk mencapai akuifer (lapisan air bawah tanah) pada kedalaman jauh di bawah permukaan — menjangkau kedalaman yang biasanya tidak bisa dijangkau oleh sumur gali. 
Setelah pengeboran selesai, biasanya dipasang casing/pipa pelindung untuk menjaga lubang tetap terbuka dan mencegah runtuh, serta untuk melindungi kualitas air dari kontaminasi. 

Intinya, well drilling — alias pengeboran sumur — adalah metode modern untuk membuat sumur dengan menggunakan peralatan khusus, agar bisa mengakses air atau sumber daya lain yang berada jauh di bawah permukaan bumi.

Biaya Jasa Pengeboran Sumur

Biaya jasa pengeboran sumur umumnya ditentukan oleh beberapa faktor seperti kedalaman sumur, kondisi tanah, metode pengeboran, serta kebutuhan diameter pipa. Semakin dalam dan semakin keras lapisan tanah yang dibor, biasanya semakin tinggi biayanya. Harga juga bisa berbeda di tiap daerah karena perbedaan alat, tenaga kerja, dan tingkat kesulitan lokasi.

Selain itu, biaya pengeboran biasanya sudah mencakup pemasangan pipa casing, pembersihan sumur, dan pengujian debit air. Namun beberapa jasa memisahkan biaya tambahan seperti pipa berkualitas premium, saringan (screen), serta kebutuhan pompa submersible. Karena itu, penting untuk memahami rincian biaya sebelum memulai proyek pengeboran sumur di lokasi Anda.

Jenis Layanan Harga Mulai Dari Keterangan
Survey Geolistrik 1 Titik Rp 2.500.000 Untuk sumur rumah tangga & area kecil. Termasuk pengukuran & rekomendasi kedalaman.
Survey Geolistrik 2 Titik Rp 4.500.000 Ideal untuk memastikan sebaran akuifer dan akurasi titik pengeboran.
Survey Geolistrik Multi-Titik (3–5 Titik) Rp 7.500.000 – Rp 12.500.000 Untuk pabrik, perumahan besar, dan analisa akuifer mendalam.
Survey Geolistrik Kedalaman Dalam (>150 m) Mulai Rp 6.500.000 Survey untuk pengeboran industri dengan target kedalaman dalam.
Survey Geolistrik 2D Resistivity Imaging Rp 12.000.000 – Rp 25.000.000 Metode premium menghasilkan penampang bawah tanah 2D.
Survey Lokasi & Konsultasi Teknis Rp 500.000 – Rp 1.500.000 Pengecekan awal lokasi (FREE jika lanjut survey).

Catatan :

Harga di atas merupakan estimasi awal dan dapat berubah sesuai kondisi lapangan, jumlah titik yang dibutuhkan, serta kedalaman target yang ingin dicapai. Setiap lokasi memiliki karakteristik geologi yang berbeda-beda sehingga biaya akan disesuaikan untuk memastikan hasil survey tetap akurat dan optimal.

Penawaran harga final akan diberikan setelah tim kami menerima informasi lokasi, akses area, serta tujuan survey. Anda juga dapat berkonsultasi langsung dengan tim teknis untuk mendapatkan rekomendasi jumlah titik, metode geolistrik yang tepat, serta estimasi kedalaman akuifer sebelum pengeboran.

Manfaat Pengeboran Sumur

Pengeboran sumur memberikan banyak manfaat teknis, ekonomis, sosial, dan lingkungan jika dilakukan dengan benar. Berikut penjelasan rinci manfaatnya, disusun per kategori agar mudah dipahami.

1. Sumber Air Bersih dan Terjamin

Pengeboran sumur memungkinkan akses ke akuifer (lapisan air bawah tanah) yang relatif terlindungi dari kontaminan permukaan, sehingga dapat menghasilkan pasokan air yang lebih bersih dan stabil dibanding sumber permukaan. Ini sangat bermanfaat di daerah tanpa jaringan PDAM atau saat pasokan air permukaan tidak dapat diandalkan.

2. Ketersediaan Air sepanjang Tahun (Kestabilan Debit)

Berbeda dengan sumur permukaan atau air hujan yang musiman, sumur bor dapat menyediakan air sepanjang tahun selama akuifer mencukupi dan pemanfaatan air berkelanjutan. Hal ini penting untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian irigasi kecil, usaha kecil, dan fasilitas industri skala kecil-menengah.

3. Efisiensi dan Produktivitas Pertanian

Untuk pertanian dan perkebunan, sumur bor menyediakan sumber irigasi yang stabil sehingga meningkatkan produktivitas tanaman (panen lebih konsisten, musiman lebih mudah dikendalikan). Ketersediaan air stabil juga memungkinkan diversifikasi tanaman dan pengembangan usaha tani yang lebih intensif.

4. Pengurangan Biaya Operasional Jangka Panjang

Meskipun investasi awal pengeboran dan pemasangan pompa relatif besar, dalam jangka panjang biaya per liter air yang diperoleh dari sumur bor seringkali lebih rendah dibanding membeli air tangki atau bergantung pada layanan berbayar. Untuk bisnis dan perumahan, ini menurunkan biaya operasional bulanan.

5. Kemandirian dan Ketahanan Lokal

Memiliki sumur bor meningkatkan ketahanan air komunitas/rumah tangga terhadap gangguan pasokan eksternal—mis. gangguan PDAM, bencana alam, atau perdagangan air. Ini mendukung ketahanan pangan dan layanan dasar di wilayah terpencil.

6. Nilai Properti dan Pengembangan Infrastruktur

Properti dengan akses air tanah yang andal biasanya memiliki nilai jual/sewa lebih tinggi. Selain itu, ketersediaan sumur bor dapat mendorong pembangunan fasilitas komersial, industri ringan, dan pemukiman baru di lokasi yang sebelumnya kurang diminati karena keterbatasan air.

7. Dukungan untuk Kegiatan Industri dan Komersial

Beberapa industri (pengolahan makanan, laundry besar, pertanian terintegrasi) membutuhkan pasokan air besar dan konsisten. Sumur bor dapat memenuhi kebutuhan itu, mengurangi ketergantungan pada pasokan publik dan menstabilkan operasi produksi.

8. Keperluan Kesehatan Publik dan Sanitasi

Akses air bersih dari sumur bor mendukung praktik kebersihan, mandi, cuci, dan sanitasi yang lebih baik, sehingga menurunkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air (mis. diare). Ketersediaan ini penting untuk fasilitas kesehatan, sekolah, dan area pemukiman padat.

9. Monitoring dan Manajemen Sumberdaya Air

Sumur bor yang dibor dan dipetakan dengan baik menjadi titik observasi penting untuk memantau kondisi groundwater (kadar, kedalaman muka air, debit). Data ini berguna untuk pengelolaan sumber daya air lokal dan perencanaan penggunaan jangka panjang.

10. Potensi untuk Penggunaan Lain (mis. Geothermal, Drainase)

Di beberapa konteks, pengeboran juga membuka peluang lain: pemanfaatan panas bumi dangkal (ground source heat pumps), sumur injeksi untuk pengelolaan limbah cair terkontrol, atau sistem drainase bawah tanah. Namun ini memerlukan perencanaan teknis tersendiri.

Catatan Penting untuk Memaksimalkan Manfaat

  • Studi hidrogeologi & uji debit sebelum pengeboran penting untuk memastikan sumur produktif dan berkelanjutan.

  • Desain dan pemasangan casing/screen yang tepat menjaga kualitas air dan umur sumur.

  • Pengelolaan penggunaan air (pump schedule, recharge awareness) mencegah over-pumping dan penurunan muka air.

  • Pengujian kualitas air berkala dianjurkan agar aman untuk konsumsi.

Dengan perencanaan teknis dan manajemen yang baik, pengeboran sumur bukan hanya solusi air jangka pendek, tetapi investasi berkelanjutan yang mendukung kesehatan, ekonomi, dan ketahanan komunitas.

Kapan Harus Melakukan Pengeboran Sumur?

Pengeboran sumur sebaiknya dilakukan ketika kebutuhan air bersih meningkat dan sumber air yang ada tidak lagi mencukupi. Misalnya, rumah tangga mengalami kekurangan air saat musim kemarau atau bisnis membutuhkan pasokan air lebih stabil untuk operasional. Pengeboran sumur menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan sumber air yang lebih konsisten dari lapisan tanah yang lebih dalam.

Selain itu, pengeboran sumur perlu dilakukan ketika sumber air permukaan—seperti sumur gali, air hujan, atau suplai PDAM—tidak lagi dapat diandalkan. Hal ini bisa terjadi karena debit menurun, kualitas air memburuk, atau sering terjadi gangguan distribusi. Sumur bor mampu menjangkau akuifer dalam yang lebih terlindungi sehingga lebih aman dari kontaminasi.

Pengeboran sumur juga disarankan ketika Anda membangun rumah baru, membuka lahan usaha, atau mengembangkan lahan pertanian. Dengan demikian, perencanaan kebutuhan air dapat dilakukan sejak awal sehingga operasional harian berjalan lancar tanpa ketergantungan pada pihak lain. Penentuan lokasi dan kedalaman sumur dapat disesuaikan sejak tahap pembangunan.

Terakhir, pengeboran perlu dipertimbangkan jika area tempat tinggal atau usaha berada di daerah yang sulit dijangkau layanan PDAM. Dalam kondisi seperti ini, sumur bor menjadi solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bersih. Dengan perhitungan teknis yang tepat, pengeboran sumur dapat memberikan pasokan air yang stabil, aman, dan efisien.

Proses atau Tahapan Pengeboran Sumur

Pengeboran sumur merupakan proses teknis yang membutuhkan perencanaan matang, peralatan khusus, dan keahlian profesional untuk memastikan hasilnya aman, produktif, dan tahan lama. Setiap tahap dalam pengeboran memiliki peran penting untuk menghasilkan sumur yang mampu menyediakan air bersih dengan debit stabil. Untuk itu, memahami tahapan pengeboran sumur secara lengkap sangat membantu pemilik rumah, pelaku usaha, maupun kontraktor agar proses berjalan lancar dan sesuai standar.

Berikut tahapan Pengeboran Sumur yang umum dilakukan di lapangan:

1. Survei Lokasi & Analisis Kebutuhan

Tahap pertama adalah menentukan lokasi terbaik untuk pengeboran. Teknisi akan melakukan survei kondisi tanah, memeriksa jarak dari sumber kontaminasi, dan memastikan lokasi memiliki akses untuk mesin bor. Pada tahap ini juga ditentukan kedalaman target berdasarkan informasi hidrogeologi setempat, kebutuhan debit air, serta kondisi lingkungan sekitar.

2. Persiapan Lahan dan Peralatan

Setelah lokasi ditentukan, area dibersihkan agar mesin bor dapat dipasang dengan aman. Semua peralatan seperti mesin bor, mata bor (bit), pipa bor, pipa casing, alat pengukur kedalaman, dan perlengkapan lain disiapkan. Jika tanah lunak, kadang dibuatkan landasan agar mesin stabil selama pengeboran.

3. Proses Pengeboran Awal (Initial Drilling)

Pengeboran dimulai dengan menggunakan mata bor yang sesuai dengan jenis tanah. Kecepatan bor dan tekanan disesuaikan agar tidak merusak peralatan dan menjaga dinding lubang tetap stabil. Pada tahap ini, lumpur bor atau air injeksi digunakan untuk melumasi mata bor, membawa keluar material pengeboran, serta menjaga dinding tanah tidak runtuh.

4. Melanjutkan Pengeboran ke Kedalaman Target

Ketika pengeboran mencapai lapisan tanah yang berbeda—misalnya pasir, kerikil, atau batu—teknisi akan mengganti jenis mata bor yang lebih sesuai. Pengeboran dilakukan hingga mencapai kedalaman target atau saat ditemukan akuifer dengan kualitas dan debit air yang sesuai kebutuhan. Kedalaman ini bisa bervariasi dari 20 meter hingga lebih dari 120 meter tergantung lokasi.

5. Pemasangan Casing atau Pipa Pelindung

Setelah kedalaman tercapai, pipa casing dipasang untuk melapisi dinding lubang sumur agar tidak runtuh. Casing juga berfungsi mencegah kontaminasi dari permukaan serta mengarahkan aliran air hanya dari lapisan yang diinginkan. Pada bagian dasar casing dipasang screen (saringan sumur) untuk menyaring pasir dan partikel halus.

6. Grouting atau Penyegelan Lapisan Atas

Untuk mencegah air kotor dari permukaan masuk ke dalam sumur, dilakukan grouting—penyuntikan campuran semen atau bahan sealing lain ke celah di antara casing dan dinding tanah pada kedalaman tertentu. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas air sumur jangka panjang.

7. Pembersihan Sumur (Well Development)

Tahap ini dilakukan untuk memastikan aliran air stabil dan bersih. Pembersihan dilakukan dengan melakukan:

  • Air surging
  • Air jetting
  • Pompa uji (test pumping)

Tujuannya agar pasir halus terbawa keluar dan aliran dari akuifer ke dalam screen menjadi lebih optimal.

8. Pengujian Debit dan Kualitas Air

Setelah pembersihan, dilakukan pengujian debit (flow rate) untuk mengetahui seberapa besar kapasitas air yang dapat dihasilkan per jam. Selain itu, dilakukan pemeriksaan awal kualitas air seperti kejernihan, bau, warna, dan pH dasar. Untuk keperluan konsumsi, air biasanya dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

9. Pemasangan Pompa Sumur dan Instalasi Pendukung

Ketika sumur siap, pompa submersible atau jet pump dipasang sesuai dengan kedalaman dan debit air. Instalasi pipa menuju rumah atau bangunan dilakukan sekaligus, termasuk pemasangan kontrol panel (jika menggunakan submersible), check valve, dan bak penampung bila diperlukan.

10. Finishing dan Penutupan Sumur

Tahap akhir adalah merapikan lokasi, menutup bagian sumur dengan beton atau box sumur untuk keamanan, serta memastikan area bebas dari potensi kontaminasi seperti limbah atau air hujan yang masuk ke sumur.

Jenis Metode Pengeboran Sumur yang Digunakan

Dalam proses pembuatan sumur bor, terdapat berbagai metode pengeboran yang digunakan untuk menyesuaikan kondisi tanah, kedalaman target, dan kebutuhan air di setiap lokasi. Setiap metode memiliki teknik kerja, peralatan, serta keunggulan berbeda yang berpengaruh pada hasil akhir kualitas sumur. Memahami jenis-jenis metode pengeboran ini sangat penting agar proses pengeboran berjalan efisien, aman, dan menghasilkan sumber air yang optimal. Berikut beberapa metode Pengeboran Sumur yang umum digunakan:

1. Metode Rotary Drilling

Metode rotary adalah teknik pengeboran modern yang paling banyak digunakan untuk sumur bor air dalam berbagai kedalaman. Sistem ini bekerja dengan memutar mata bor (drill bit) secara terus-menerus sambil memberikan tekanan ke bawah. Lumpur bor atau air digunakan untuk melumasi mata bor, membawa material naik ke permukaan, serta menstabilkan dinding sumur.

Kelebihan:

  • Bisa mencapai kedalaman lebih dari 100 meter.
  • Cocok untuk berbagai jenis tanah, termasuk tanah keras dan berbatu.
  • Proses lebih cepat dan efisien.

Kekurangan:

  • Peralatan besar dan memerlukan lahan cukup luas.

2. Metode Percussion / Cable Tool Drilling

Metode ini menggunakan gerakan naik-turun seperti “memukul” tanah menggunakan alat berat yang disebut drill bit. Setiap pukulan menghancurkan tanah dan menghasilkan serpihan material yang kemudian diambil menggunakan bailer.

Kelebihan:

  • Cocok untuk tanah berlapis kerikil dan batu besar.
  • Tidak memerlukan lumpur bor sehingga kualitas air lebih mudah dipantau.

Kekurangan:

  • Proses lebih lambat dibanding rotary.
  • Kurang efektif untuk kedalaman yang sangat dalam.

3. Metode Auger Drilling

Auger drilling menggunakan alat bor berbentuk spiral (mirip bor tanah kebun) yang berputar untuk mengangkat material ke permukaan. Metode ini paling cocok untuk tanah lunak sampai sedang tanpa batu besar.

Kelebihan:

  • Proses cepat dan sederhana.
  • Biaya relatif lebih murah.

Kekurangan:

  • Tidak cocok untuk tanah keras atau sangat berbatu.
  • Kedalaman terbatas (biasanya <30 meter).

4. Metode Down-The-Hole Hammer (DTH)

Metode DTH menggunakan palu pneumatik yang ditempatkan di ujung lubang (down-the-hole) yang memukul dan menghancurkan batuan keras. Udara bertekanan tinggi membantu mengeluarkan serpihan batu ke permukaan.

Kelebihan:

  • Sangat efektif untuk batuan keras.
  • Bisa mencapai kedalaman besar dengan kecepatan lebih stabil.

Kekurangan:

  • Membutuhkan kompresor udara besar.
  • Biaya operasional lebih tinggi.

5. Metode Wash Boring (Jetting)

Wash boring menggunakan tekanan air untuk melunakkan tanah dan membawanya ke permukaan melalui pipa. Teknik ini sering digunakan untuk sumur dangkal dan tanah yang cukup lunak.

Kelebihan:

  • Cocok untuk tanah lunak dan berpasir.
  • Biaya relatif lebih murah dan alat lebih sederhana.

Kekurangan:

  • Tidak cocok untuk tanah keras atau berbatu.
  • Kedalaman terbatas.

6. Metode Mud Rotary (Rotary Lumpur)

Ini adalah variasi dari rotary drilling yang secara khusus menggunakan lumpur bor untuk menjaga stabilitas lubang. Lumpur bor memiliki fungsi penting seperti mendinginkan mata bor, membawa serpihan tanah ke permukaan, dan menahan tekanan tanah.

Kelebihan:

  • Ideal untuk tanah lunak sampai sedang.
  • Menghasilkan dinding sumur yang lebih stabil.

Kekurangan:

  • Membutuhkan pengelolaan lumpur bor yang baik.

7. Metode Air Rotary (Rotary Udara)

Berbeda dari mud rotary, metode ini menggunakan udara bertekanan sebagai media pembersihan lubang bor. Cocok untuk lapisan berbatu keras.

Kelebihan:

  • Pengeboran lebih cepat di tanah berbatu.
  • Material bor lebih mudah keluar ke permukaan.

Kekurangan:

  • Tidak cocok untuk tanah sangat lunak karena dinding sumur mudah runtuh.

Kesimpulan

Setiap metode pengeboran sumur memiliki keunggulan dan batasan masing-masing. Pemilihan metode bergantung pada:

  • Kondisi tanah
  • Kedalaman target
  • Ketersediaan peralatan
  • Anggaran
  • Tujuan penggunaan sumur (rumah tangga, industri, irigasi, dll.)

DOKUMENTASI

Berikut adalah beberapa project di beberapa tempat yang selesai kami kerjakan.

PT. GALAXY TEKNIK INDONESIA

F.A.Q Yang Sering Ditanyakan

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para customer/pelanggan kami tentang layanan yang diberikan oleh Galaxy Teknik.

1. Berapa biaya jasa pengeboran sumur per meter?

Biaya pengeboran sumur bervariasi tergantung kedalaman, kondisi tanah, dan metode pengeboran.dan tergantung tingkat kesulitan dan lokasi. Untuk estimasi harga, silakan hubungi tim kami.

2. Berapa lama proses pengeboran sumur hingga selesai?

Durasi pengerjaan biasanya antara 1–5 hari. Faktor yang mempengaruhi lamanya pekerjaan termasuk kedalaman sumur, jenis tanah, cuaca, serta ketersediaan peralatan di lokasi.

3. Apakah hasil sumur bor dijamin mendapatkan air?

Tidak semua lokasi menjamin keberadaan air, namun tim profesional biasanya melakukan survei dan pengecekan awal untuk memperkirakan keberadaan akuifer. Beberapa penyedia jasa juga menawarkan garansi air keluar sesuai kedalaman yang telah disepakati.

4. Apa saja yang termasuk dalam biaya pengeboran sumur?

Biaya biasanya mencakup pengeboran, pemasangan pipa casing, pembersihan sumur, dan uji debit. Namun, komponen seperti pompa air, instalasi listrik, atau bak penampung biasanya dihitung terpisah.

5. Bagaimana mengetahui kedalaman sumur yang cocok untuk rumah saya?

Kedalaman ideal ditentukan berdasarkan kondisi tanah sekitar, riwayat sumur tetangga, serta lokasi akuifer. Teknisi akan memberikan rekomendasi kedalaman berdasarkan hasil survei lapangan.

6. Apakah sumur bor aman dari kontaminasi?

Sumur bor umumnya lebih aman dari kontaminasi jika pemasangan casing, sealing (grouting), serta pembersihan sumur dilakukan dengan benar. Perlindungan area atas sumur juga penting untuk mencegah air kotor masuk.

You cannot copy content of this page

Scroll to Top